Langsung ke konten utama

AMALAN PENETRAL PELET

 

AMALAN PENETRAL PELET


 amalan sederhana untuk menetralkan orang atau saudara kita, yang terpengaruh ilmu pengasihan (pelet)

baik terkena ilmu jarang goyang maupun ilmu semar mesem atau yang lainnya, yang membuat orang mabuk dan tergila-gila kepada seseorang

inilah amalannya:


membaca tawassul kepada:

1. Nabi Muhammad saw

2. Nabi khidir as 

3. Nabi Musa as

4. Nabi isa as

5. Syekh al-Akbar Muhammad Fathurahman ra

6. Syekh Abdul Qodir Jailani ra

7. Khusus kepada target


kemudian membaca:

1. Surat Al-Ikhlas 3X

2. surat Al-Falaq 1X

3. surat An-Naas 1X

4. Ayat Kursy 1X

5. surat An-Nasher 7X


CARANYA:

> semua amalan dibaca dan setiap dapat sekali bacaan di tiupkan pada segelas air putih yang sudah diberi garam sedikit

> airnya dibuat minum dan buat masuk muka, lehar, telingan, dada dan kepala

> lakukan selama 3 sampai 7 hari berturut-turut

> selama masa pengobatan pasien di suruh memperbanyak membaca ISTGHFAR


semoga bermanfaat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keutamaan Sholawat Nuridzati

  Keutamaan Sholawat Nurri Dzati اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النُّوْرِ الذَّاتِي وَالسِّرِّ السَّارِي فِي سَائِرِ الأَسْمَاءِ وَالصِّفَاتِ وَعلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وسَلِّمْ “Allohumma sholi wa salim wa barik ala sayidina muhammad. Annurid’dzati was sirris saari fi sairil asmai wash shifati wa ala alihi wa shobihi wa salim” Sholawat Nuridzati disusun oleh Imam Abu Hasan Syadzali. Kata beliau: 1 sholawat ini setara dg 100.000 sholawat. Dan paling sedikit baca sholawat adalah 3x seusai shalat fardlu, agar kita diberi kemudahan dan membuka pintu rizqi. Fadhilah sbb: 1. Perisai Diri Dari Segala Marabahaya. Secara otomatis tubuh kita terselimuti energi ghoib yang melindungi dari segala ancaman yang bersifat merusak baik dari ghoib (sihir) maupun ancaman dhohir spt perampok, kerusuhan dsb. * Caranya, sebelum berangkat berpergian baca sholawat tsb lalu baca doa ini: “Bismillah tawakkaltu ‘alallah, laa haula wa laa quwwata illa billah” Insya Allah selamat ...

Keutamaan Ilmu Dan Ulama Serta Keutamaan Proses Belajar Dan Mengajar

Assalamualaikum sobat fajr kali ini kita akan membahas bagaimana Keutamaan ilmu Dan Ulama Serta Keutamaan Proses Belajar Dan Mengajar Allah berfirman: يرفع الله الذين أمنوا منكم والذين أوتوا العلم درجات “ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara engkau dan orang –orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat “ (Q.S. Al-Mujadalah : 11). Artinya Allah akan mengangkat derajat para ‘ulama (orang yang ahli dalam bidang keilmuan), sebab mereka sanggup memadukanantara ilmu pengetahuan dan pengamalannya Ibnu Abbas telah berkata ra.: “Derajat ulama’ itu jauh diatas orang mukmin dengan selisih tujuh ratus derajat, sedangkan jarak antara dua derajat kira-kira perjalanan lima ratus tahun”. Allah berfirman: شهد الله أنه لا إله إلا هو و الملائكة وأولو العلم …الاية Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah memulai firmannya dengan menyebutDzatnya sendiri, kedua kalinya menyebut malaikat dan ketiga kalinya menyebutorang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Cukuplah bagimu berpegang te...

Do'a Akhir dan Awal Tahun Hijriyah

Mufti Jakarta abad ke-19-20 M Habib Utsman bin Yahya dalam karyanya yang berisi kumpulan doa, Maslakul Akhyar, memasukkan doa awal dan akhir tahun. Pada kesempatan ini, kami akan mengutip doa akhir tahun terlebih dahulu yang kemudian disusul dengan doa awal tahun. Doa Akhir Tahun Berikut ini doa warid akhir tahun yang dianjurkan Rasulullah SAW. Doa akhir tahun ini dibaca sebanyak 3 kali sebelum maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah. اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya ...